laporan kuliah lapangan botani phanerogamae STKIP GARUT


KULIAH LAPANGAN 
BOTANI PHANEROGAMAE
Taman tekhnologi Pertanian (TTP) Cikajang  Garut, Jawa Barat


Disusun Oleh :
Kelompok : 1
R. Neni Nuraeni          (15542011)
Ibnu Al-Jawami          (15542006)
Imelda Febriyanti        (15542033)
Devi Saraswati            (15542000)
Tita Rosmawati          (15542000)
Tia      
Adelia 

Kelas : 2-A






PENDIDIKAN BIOLOGI 
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 
STKIP
GARUT 
2017









BOTANI PHANEROGAMAE




            Botani, Istilah botani berasal dari Bahasa Yunani Kuno, βοτάνη (botane), yang berarti rerumputan atau padang penggembalaan, adalah ilmu tumbuh-tumbuhan termasuk juga jamur dan alga dengan mikologi dan fikologi berada di dalam cabang ilmu botani. Dengan demikian, dalam botani dipelajari semua disiplin ilmu biologi , seperti genentika, pertumbuhan , reproduksi, metabolisme, perkembangan, interaksi dengan komponen biotik dan komponen abiotik, serta evolusi yang berhubungan dengan tumbuhan. Sedangkan Phanerogamae adalah Tumbuhan yang alat kelaminnya terlihat dengan jelas atau tidak tersembunyi.
Sehingga Botani Phanerogamae adalah Ilmu tentang tumbuhan yang mempunyai alat kelamin yang nampak (Spermatophyta/Tumbuhan berbiji, Anthophyta / Tumbuhan berbunga).

TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN
CIKAJANG
  
       TTP Cikajang adalah salah satu program Nawacita presiden dan merupakan kelanjutan dari Techno Sience Park serta sebagai salah satu kawasan yang dirancang sebagai pusat R&D, pelatihan dan promosi/diseminasi teknologi agribisnis kentang industri  terbarukan yang bersifat dinamis dan terus berkembang TTP Cikajang sebagai kawasan wisata edukasi, pemicu pengembangan wilayah, serta dikembangkan dan difungsikan sebagai institute pembibitan kentang terbarukan untuk memberikan layanan alih teknologi, rekomendasi, konsultasi, inkubator teknologi dan bisnis. terdapat 3 komoditas utama yang ada di TTP Cikajang yaitu tanaman kentang, jeruk garut dan domba garut dengan tujuan : 
1.      Menjadikan kabupaten garut sebagai penghasil bibit kentang industri terbesar di Jawa Barat – Nasional
2.      menjadikan domba garut sebagai komoditas unggulan daerah
3.      mengembalikan citra jeruk garut sebagai salah satu jeruk keprok terbaik di indonesia
pengamatan mengenai botani phanerogamae dilakukan di sebuah tempat bernama taman teknologi pertanian cikajang, TTP cikajang ini merupakan sebuah tempat berupa taman yang berdiri sejak tahun 2015 dengan luas kawasan 50 ha. terletak tepatnya di desa cikandang, kecamatan cikajang kabupaten garut jawa barat. pada kawasan ttp cikajang, terdapat berbagai macam habitus tanaman dimulai dari pohon, semak, perdu, herba dan liana, dengan berbagai macam jenis dan spesiesnya. adapun yang menjadi komoditas utamanya adalah tanaman jeruk dan tanaman kentang. selain tumbuhan ttp cikajang ini memiliki komododitas hewan yaitu domba Garut. 

IDENTIFIKASI TUMBUHAN
A.    Identifikasi tanaman Jeruk dan kentang
            1. Tanaman Jeruk(Citrus sp)

 
Tanaman jeruk merupakan tanaman yang sudah tidak asing lagi bagi orang-orang, karena buahnya yang sering dikonsumsi pada kehidupan sehari-hari. Tanaman jeruk memiliki buah yang bulat dengan rasa yang manis dan kadang memiliki rasa asam, membuat segar saat orang-orang memakannya. 

a.       Sejarah Tanaman jeruk 
Jeruk (Citrus sp) adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Tanaman jeruk merupakan tanaman yang menjadi primadona pada masanya. Sejak ratusan tahun yg lalu, jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan.Adapun sejarahnya tanaman jeruk pernah habis, hal ini terjadi karena letusan gunung galunggung pada tahun 1980-an , pada saat itu dari sisa-sisa letusan tersebar sebuah virus yang membuat tanaman jeruk menjadi mati dan tidak tersisa. Tanaman jeruk yg ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yg mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali. 
b.      Morfologi tanaman jeruk
Bentuk daun jeruk Keprok Garut
Tanaman jeruk tidak hanya terdiri dari satu jenis saja, namun berbagai macam jenis, misalnya jeruk Keprok, jeruk Bali, jeruk Nipis, Jeruk Siam dan masih banyak lagi. Perbedaan dari setiap jenis jeruk tersebut dapat dilihat baik dari morfologi daun, bentuk buah dan rasa dari setiap buah tersebut.
Contohnya morfologi dari jenis Jeruk Keprok Garut, antara lain:
- Tipe pada daunnya majemuk beranak daun satu, karena terdapat seperti sayap pada bagian bawahnya.
bentuk daun jeruk Siem
- Memiliki kulit buah yang cukup tebal
- Rasa daripada buahnya amis dan asam.
- Buah tidak terlalu besar dan cenderung kecil
- Contoh morfologi jenis jeruk lainnya adalah jeruk siam, yaitu :
- Daun cenderung besar dan lancip tidak membulat.
- Tipe daunnya tunggal tanpa sayap
- Memiliki kulit buah yang tidak tebal
- Memiliki rasa buah yang manis


             2.      Tanaman kentang (Solanum tuberosum)
           Kentang merupakan salah satu komoditas utama di TTP Cikajang, Kentang atau dengan    nama ilmiah Solanum Tuberosum termasuk kelas solanaceae yang satu family dengan Tomat. Tanaman kentang biasa di manfaatkan bagian buahnya yang tertanam di dalam tanah atau biasa disebut dengan umbi. 

Penanaman Kentang

Buah Kentang
a.       Sejarah tanaman kentang
                Kentang merupakan salah satu yang termasuk famili solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan. Umbi kentang sekarang menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika Serikat. penjelajahan Spanyol dan Portugis pertama kali membawa dan mengembang biakan tanaman ini ke Eropa. Tanaman kentang berasal dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan oleh penduduk disana sejak ribuan tahun silam. Tanaman ini merupakan herba semusim dan cocok pada iklim yang sejuk. Di daerah tropis cocok ditanam di dataran tinggi. Tanaman ini masuk ke Indonesia dari beberapa puluh tahun silam dan dibudidayakan di daerah-daerah yang termasuk dataran tinggi di beberapa daerah di Indonesia. 

b.      Morfologi tanaman kentang
Bentuk daun Kentang



 Kentang termasuk kedalam family solanaceae dengan ordo solanales, memiliki habitus tumbuhan basah dengan batang yang berair, dengan tipe daun menyirip berselang – seling seperti pada tanaman tomat, ukuran pada daunnya berbeda-beda ada yang besar dan kecil, memiliki tepi yang rata (integer) dengan bentuk daun yang membulat telur atau ovatus. Dengan permukaan daun yang sedikit kasap atau kasar dan terdapat bulu-bulu halus yang tersebar di seluruh permukaan daun dan batang. Tipe pertulangan daun dari tanaman kentang ini adalah menyirip sampai ke tepi (Penninervis).


Pada 1 daerah penanaman kentang, terdapat beberapa jenis kentang, antara lain kentang yang bertipe hermes, Demplot dan masih banyak lagi, namun menurut petani kentang dibedakan menjadi kentang Industri (Atlantik) dan kentang sayur (granola), adapun perbedaan dari kentang-kentang tersebut, yaitu :



Kentang Atlantik, Biasa digunakan oleh pabrik-pabrik makanan dan diolah kembali, misalnya untuk keripik dan lain – lain, sedangkan kentang Granola biasa di gunakan di pasar – pasar dan diolah menjadi sayur. 
    • Dari morfologi daunnya, Atlantik warna daun relative lebih muda, sedangkan warna daun Granola relative lebih tua.
    • Lebar daun Atlantik memiliki relative lebih lebar, sedangkan Granola relative lebih kecil. 
    • Warna Umbi, Atlantik warnanya lebih putih atau pucat, sedangkan Granola lebih Kuning
    • Ketebalan kulit umbi dari Atlantik lebih tipis dari pada kulit umbi dari Granola.
c.       Budidaya Pembibitan Kentang
Salah satu tujuan dari 3 komoditas utama yang ada di TTP Cikajang adalah “Menjadikan kabupaten garut sebagai penghasil bibit kentang industri terbesar di Jawa Barat – Nasional” ditunjukan dengan upaya penghasilan bibit kentang berkualitas dengan 3 tipe yakni G0, G1, dan G2.
Tempat Pembibitan Media Hydroponik (Arang sekam dan kokopit)
Budidaya dari tanaman kentang dilakukakn dengan menggunakan 2 tipe penanamanan atau pembibitan, yaitu dengan Hydroponik dan aeoroponik.
Pengguanaan setiap teknik tanaman dilakukan dengan 3 screen, Screen 1 dilakukan dalam pollyback dengan media tanam hidroponik dengan media kokopit dan arang sekam, serta didukung oleh media pengairan irigasi tetes. Penggunaan air yang dibutuhkan pada screen satu yaitu 2 Liter/jam untuk satu tanaman. Pada satu screen terdapat beberapa jenis kentang, misalnya varietas sayur (median) dan Granola.
Bibit Kentang dalam medi Hydroponik
Screen yang kedua penanaman dalam bak, dengan media hydroponic dengan bantuan springkle, namun penggunaan sprinkle ini kurang efektif sehingga dibantu dengan manual. Penggunaan air dalam screen 2 yaitu 800 mL/hari. Cairan yang biasanya ditambhakan pada air adalah nutrisi untuk tanaman. Varietas kentang pada screen 2 yaitu granola.
Screen 3 menggunakan media aeroponik, yaitu dengan dikabutkan, dibantu dengan plastic yang di selimuti pada bagian tanaman, sehingga cairan yang menguap dapat menetes pada tanaman, kelebihan dari penggunaan media ini yaitu jumlah umbi lebih banyak.
B.     Identifikasi tanaman berdasarkan Habitus
Habitus Pohon
Pohon merupakan tumbuhan atau tanaman yang berkayu dengan tekstur keras dan adapula yang lunak. Tinggi dari habitus pohon adalah lebih dari 2 Meter.  dengan kandungan batang yang lebih sedikit mengandung air.  Pohon memiliki batang berkayu, yang terbagi dalam 2 kelompok yang berakar tunggang dan berakar serabut. Ciri – ciri lainnya, yaitu Batang utama yang tumbuh tegak, memopang tajuk pohon, Memiliki batang sejati yang berkayu dan tumbuhan lengkap (akar, batang dan daun).
a.      Suren ( Toona sureni)
Pohon Suren
Klasifikasi :
·         Kingdom         : Plantae
·         Divisio             : Magnoliophyta
·         Kelas               : Magnoliopsida
·         Subkelas          : Rosidae
·         Ordo                : sapindales
·         Famili              : Meliaceae
·         Genus              : Toona
·         Spesies            : Toona sureni (Suren)

Pohon suren atau Toona sureni merupakan salah satu pohon yang tumbuh di TTP, Pohon ini cukup tinggi dengan batang berkayu dan penampang bulat. Percabangan batang pada pohon bertipe monopodial, karena batang utama dapat dibedakan dengan anak-anak batang yang lainnya. Pohon ini rimbun dengan daun, tipe daun dari pohon suren ini adalah daun majemuk dengan tipe daun majemuk menyirip genap dengan jumlah anak daun yang genap. Bentuk daun merupakan bangun memanjang (oblongus), karena panjang daun dengan lebar daun berbanding 3:1, sehingga disebut bangun memanjang. Pertulangan daun Menyirip tidak sampai tepi (brachiododromus) dengan tepi daun yang bergerigi (Serratus), filotaksis daun yaitu tersebar (Folio sparsa). 
Tipe bunga dari tumbuhan Suren ini berupa bunga majemuk dengan karangan Bungan tandan (Racemosa) atau tidak terbatas, biasanya pertumbuhan Bunga nya dari bagian bawah ke bagian atas, Memiliki tipe kelopak dan tipe mahkota yang perigonium, karena tidak dapat dibedakan mana kelopak dan mana mahkota bunganya. Bagian putik berjumlah 1 atau tunggal (Simplex), maksudnya putik hanya tersusun atas satu helai daun buah saja, benang sari berjumlah 5 buah, tipe ovarium dari tumbuhan suren ini, yaitu Inferum, yaitu nampak atau terlihat.
Tipe buah dari suren ini, yaitu tipe buah Bunni, tipe buah ini buah yang memiliki 2 lapisan dengan bagian yang berdaging. 
Dan termasuk kedalam tipe Monoecus, karena terdapat alat reproduksi jantan dan betina dalam satu pohon.
Pohon suren ini memiliki beberapa manfaat khusunya untuk tubuh, antara lain rebusan kulit batang pohon suren dapat dipakai untuk obat demam, diare dan disentri. Selain itu daunnya memiliki aktivitas antioksiddan.
b.      Mahoni ( Swietenia mahagoni )
Pohon Mahoni
Klasifikasi :
·         Kingdom         : Plantae
·         Divisio             : Magnoliophyta
·         Kelas               : Magnoliopsida
·         Subkelas          : Rosidae
·         Ordo                : sapindales
·         Famili              : Meliaceae
·         Genus             : Swietenia
·         Spesies            : Swietenia mahagoni (Mahoni)
Selain Pohon suren, terdapat habitus pohon lain yaitu pohon Mahoni atau Swietenia mahagoni, tumbuhan mahoni ini termsuk kedalam ordo sapindales subkelas rosidae, pohon mahoni sudah cukup umum dikenal sebagai bahan – bahan untuk meubeul dan biasanya ada di pinggir – pinggir jalan sebagai pohon penyejuk. Morfologi dari pohon ini, yaitu memiliki batang yang berkayu dengan percabangan pada batang monopodial.
            Morfologi pohon mahoni dilihat dari daunnya, yaitu merupakan daun majemuk, Dengan bentuk daun bangun Bulat telur (Ovatus), mengapa disebut bulat telur, karena bentuknya yang menyerupai telur, bukannya bulat namun lebih oval atau bentuk elips. Pertulangan daunnya menyirip (Penninervis) dengan tepi daun yang rata (integer) dan filotaksisnya tersebar atau Folio sparsa. Warna dari daunnya berwarna hijau, dan akan berubah warna menjadi coklat jika sudah hampir gugur.
          Tipe bunga dari tumbuhan mahoni ini adalah bunga majemuk dengan dengan perhiasan bunga yang sulit dibedakan, tipe buah dari mahoni ini termasuk bunah nux atau buah keras, karena buah ini memiliki kulit buah yang kaku atau keras berkayu.
Manfaat dari pohon mahoni ini sangat banyak, diantara nya, Dapat mengurangi polusi udara sekitar 47% - 69% sehingga disebut pelindung sekaligus filter udara. Buah mahoni mengandung flavonoid dan saponin, Buahnya dilaporkan dapat melancarkan peredaran darah, mengurangi kolesterol, penimbunan lemak pada saluran darah, mengurangi rasa sakit, pendarahan dan lebam, serta bertindak sebagai antioksidan untuk menyingkirkan radikal bebas serta masih banyak manfaat lainnya.
2.      Habitus Perdu
Perdu merupakan tanaman berkayu pendek, tinggi dari tanaman perdu biasanya kurang dari 1 meter, tanaman kecil dan merupakan semak rendah. Perdu dibedakan dengan pohon karena cabangnya yang banyak dan tingginya yang lebih rendah, kurang dari 4-5 meter. Tumbuhan yang umumnya berakar tunggang, berbatang kayu, hidup bergerombol lebih dari satu pohon, cabang ranting dan daunnya tumbuh bergerombol, Tumbuh cepat dan menghasilkan bunga.
a.       Bunga Dahlia (Dahlia Variabilis)
Klasifikasi :
Tanaman Dahlia Kuning
·         Kingdom         : Plantae
·         Divisio             : Magnoliophyta
·         Kelas               : Magnoliopsida
·         Subkelas          : Asteridae
·         Ordo                : Asterales
·         Famili              : Asteraceae
·         Genus              : Dahlia
·         Spesies            : Dahlia variabilis
Dahlia kuning atau Dahlia variabilis meupakan salah satu spesies dari family asteraceae, merupakan tanaman yang biasa digunakan sebagi tanaman hias, karena memiliki bunga yang indah dan beraneka warna. Bunga dahlia ini satu family dengan bunga matahari (Heliantus annuus). Termsuk kedalam habitus perdu, karena batang nya berkayu dan memililki ketinggian kurang dari satu meter.
Morfologi dari tumbuhan dahlia ini memiliki batang yang berkayu, namun tidak keras, daun majemuk mennyirip ganjil dengan bangun oblongus, dengan pertulangan daun menyirip sampai tepi (penninervis), tepi daun rata (integer). Dengan filotaksis daun yang berhadapan (folio opposite).
Tipe bunga dari bunga dahlia khas seperti kebanyakan spesies pada family asteraceae, bunga tipe capitulum, atau cawan, capitulum di kelilingi dengan involukrum (daun pembalut), termasuk kedalam bunga majemuk (pseudanthium), yaitu terlihat satu bunga padahal terdiri atas beberapa bunga. Bunga pada dahlia terdiri dari dua jenis bunga, yaitu bunga pita dan bunga tabung. Bunga pita yaitu bunga yang mandul da berada dibagian tepi cawan dan hanya sebagai perhiasan bunga saja, sedangkan bunga tabung, yaitu bunga yang berada pada bagian atas cawan yang bersifat steril dan digunakan untuk pembuahan.
3.      Habitus Semak
Semak yaitu tumbuhan berkayu yang memiliki banyak ranting dan bercabang pendek, tinggi yang lebih rendah dari pohon, kurang dari 1 meter, Berkayu tapi dibedakan dengan pohon karena cabangnya banyak dan tinggi yang lebih rendah .Memiliki kayu yang sedikit, batang yang lembut dan hijau. Tumbuh cepat dan menghasilkan bunga dan biji dalam singkat periode waktu tertentu. Cabang ranting dan daunnya tumbuh bergerombol.
a.      Kriminil (Altenanthera ficoida)
      Klasifikasi :
Kingdom         : Plantae
Taanaman Kriminil Merah
Divisio             : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Subkelas          : Carryopilidae
Ordo                : Caryophillales
Famili              : Amaranthaceae
Genus              : Altenanthera
Spesies            : Altenanthera ficoida
Tanaman Kriminil atau Altenanthera ficoida sudah terbilang cukup terkenal oleh orang-orang yang menyukai tanaman hias, karena tanaman kriminil ini merupakan anaman hias yang biasa memenuhi taman – taman dengan warna yang beragam, karena termasuk kedalam habitus semak, maka tinggi dari tanaman kriminil sekitar 15 cm. Karena semak biasnya hidup dengan bergerombol, tanaman kriminil pun tumbuh dengan bergerombol, sehingga terlihat rimbun, biasanya ditanam dengan tata letak yang menarik.
      Kriminil ini termasuk kedalam family bayam-bayaman atau amaranthaceae, memiliki badatang yang sedikit keras dan kaku seperti kayu, penampang batang bulat. Morfologi daun, daun dari kriminil ini memiliki warna yang beragam misalnya merah, hiaju, kuning bahkan ungu, namun adapula dalam satu daun terdiri dari 2 warna itu menjadi keunikan bagi tanaman kriminil ini. Daunnya berberntu telur sehingga termasuk bangun ovatus, tepi daun rata (Integer), pertulangan daun menyirip, namun tidak sampai ke tepi (Brachiododromus) serta memiliki filotaksis yang menyebar.
      Tipe bunga dari tanaman kriminil ini termasuk karangan Bungan majemuk racemosa, dengan karangan bunga spikelet, karena terlihat ada bagian – bagian bunga berupa palea dan lema pada bunga nya. Tipe kelopak dan mahkotanya perigonium, karena tidak dapat dibedakan. Putik dan benang sari tidak terlihat, tipe ovarium suferum, karrena tersembunyi.
b.      Alang-alang Putih (Imperata cylindrical)
      Klasifikasi :
Kingdom         : Plantae
Tanaman Alang-alang Putih
Divisio             : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Subkelas          : Commelinidae
Ordo                : Cyperales
Famili              : Poacea
Genus              : Imperata
Spesies            : Imperata cylindrical
Alang – alang putih atau Imperata cylindrical, meupakan tanaman semak yang memiliki filotaksis yaitu roset akar, yaitu daun yang berkumpul pada bagian akar atau bagian bawah. Alang – alang putih ini termasuk kedalam kelas poaceae ordo cyperales. Alang – alang putih ini memiliki warna daun yang unik, yaitu garis-garis berwarna putih ulang dan hijau. Alang – alamg putih ini juga biasa digunakan sebagai tanman hias yang biasa menghiasa taman – taman.
Tanaman ini termasuk semak, karena memiliki tinggi tanaman yang tidak tinggi, tumbuh secara bergerombol, tidak mengandung zat air yang terlalu banyak dan tidak pula mengandung kayu.
Morfologi  dari alang – alang putih ini, memiliki filotaksis roset akar, dengan tipe daun yang sulit di tentukan, bentuk daun tipe pita, karena bentuknya yang panjang dan tipis seperti pada tanaman padi. Pertulangan daun sejajar, ciri dari tulang daun sejajar adalah bahwa tanaman tersebut termasuk kedalam tumbuhan yang monokotil. Tepi daun rata (Integer). Bunga alang – alang putih ini terlihat seperti kemoceng, seperti tipe bongkol, namun tidak bulat tapi memanjang, terlihat seperti ditutupi bulu-bulu, padahal bulu-bulu tersebut merupakan benang sarinya.
4.      Liana (Merambat)
Liana merupakan tumbuhan memanjat yaitu tumbuhan yang tumbuh memanjat pada tumbuhan lain yang lebih besar dan tinggi, atau buatan manusia untuk dukungan, dalam upaya mendapatkan cahaya matahari, tetapi akarnya tetap berada di dalam tanah sebagai sarana untuk mendapatkan makanan.  Tumbuh memanjat pada tumbuhan lain atau media-media lain, Batang yang relatif sempit dibanding luas daun, Batang kayu sangat fleksibel untuk membungkuk, memutar dan melingkar
a. Kecipir (Phospocarpus tetragonolobus)
Klasifikasi :
 Divisio            : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Subkelas         : Rosidae
Ordo               : Fabales
Famili             : Fabaceae
Genus              : Phospocarp
Spesies            : Phospocarpus tetragonolobus
Tanaman kecipir atau Phospocarpus tetragonolobus, merupakan family dari fabaceae atau polong-polongan dan memiliki habitus liana karena pertumbuhannya yang merambat. Pada bagian batangnya sangat fleksibel, sehingga mudah untuk membelit atau merambat pada tumbuhan lain ataupun media yang ada idsekita tumbuhan tersebut. Tanaman kecipir ini dalam bahasa daerah biasanya disebut “jaat”, dan biasa dikonsumsi oleh masyarakat.
Daun Kecipir
            Morfologi dari tumbuhan kecipir ini memiliki kemiripan dengan beberapa spesies dari family fabaceae, misalnya dengan kacang merah atau dengan kacang panjang. Morfologi nya dimulai dari penampang batangnya yang bulat, dan terdapat ruas-ruas pada batangnya. Daun kecipir termasuk daun majenuk menjari beranak daun tiga, dengan bentuk daun yang berbentuk belah ketupat (Rhombhoideus), bangun ini, yaitu bangun segi empat yang sisinya tidak sama panjang. Pertulangan daunnya menyirip sampai ketepi (Penninervis), Tepi daun rata (Integer) dengan filotaksis berhadapan (Folio opposite). 
Bunga Kecipir
            Tipe bunga dari Kecipir ini adalah tipe bunga kupu-kupu, tipe bunga ini juga sekaligus sebagai ciri dari family fabaceae, yaitu tipe bunga kupu-kupu (papilion). Bunga tipe kupu-kupu ini memiliki keunikan pada bagian-bagiannya, yaitu pada satu bunga terdiri atas 3 bagian, yaitu satu buah bagian bendera (Vexilum), dua buah sayap (Ala) dan dua buah Lunas (Arina). Tipe bunga ini menjadi pembeda antara ketiga family dari ordo fabales. Sehingga untuk kelopak dan mahkota dikatan perigonium, sedangkan untuk benang sarinya termasuk tipe Diadelpus(9-1), artinya 9 buah benang sari (Stamen) bersatu dalam satu ruang dan 1 buah stamen berpisah. Tipe ovarium suferum , karena tidak Nampak.
Tipe buah dari kecipir adalah tipe legumen atau polong, tipe buah ini juga menjadi ciri khas dari ordo Fabales, bahkan ordo fabales ini biasa juga disebut dengan Leguminosae. Bentuk buah dari kecipir ini sangat unik, karena ditutupi oleh kulit yang berbentuk seperti segitiga dengan bagian tipis di pinggirnya serta bergerigi pada bagian tepinya. Biasanya digunakan setelah buah sudah kerning, karena yang biasa di gunakan adalah bagian dalamnya.
Buah Labu Madu 
b.      Labu Madu (Lagenaria siceraria)
Klasifikasi :
Divisio          : Magnoliophyta
Kelas            : Magnoliopsida
Subkelas       : Dillenidae
Ordo             : Violales
Famili           : Cucurbitaceae
Genus           : Lagenaria
Spesies         : Lagenaria siceraria
Tanaman Labu madu atau Lagenaria siceraria merupakan salah satu spesies dari family cucurbitaceae, labu juga satu family dengan semangka atau melon. Dimasukan kedalam family yang sama, karena beberapa kesamaan, misalnya memiliki habitus liana atau merambat, pada tanaman labu madu ini terdapat tendril atau sulur yang membuat tanaman ini dapat merambat pada tumbuhan lain, maupun pada media disekitanya, begitu pula dengan semangka atau melon pertumbuhannya dengan merambat. Penanaman untuk tumbuhan seperti labu ini biasanya menggunakan bantuan kayu yang disusun lebih tinggi dan di panjangkan, sehingga saat tanaman tumbuh akan merambat pada kayu, dan pada saat berbuah buahnya akan menggantung, dengan begitu memudahkan dalam mengecek atau dalam hal lainnya. 
Daun Labu Madu
Morfologi dari labu madu ini hampir sama dengan kebanyakan buah labu, yaitu tekstur dari batannya fleksibel, karena digunakan untuk merambat, bagian batangnya tidak bulat sepenuhnya namun terasa sedikit kotak, daun dan datannya dipenuhi dengan rambut-rambut halus seperti duri. Daun tunggal dengan bentuk seperti jantung, biasanya berstipula, pertulangan daun menjari sampai ketepi (palminervis), Bagian tepinya sedikit bercangap dan bergerigi, sedang filotaksisnya berseling. Tekstur dari daunnya pun sedikit kaku dan kasar, ditambah terdapat rambut-rambut kecil.
Bunga Labu Madu
Bunga pada labu siam berbentuk bintang bertipe Bunga Tabung, yaitu kelopak polysepal namun kadang tidak dapat dibedakan mana kelopak dan mahkotanya. Bagian mahkota bersatu atau gamopetal. Pada tipe bunga seperti ini biasanya terdiri dari 3 bagian, yaitu Tubus, Limbus dan Faux. Tipe ovariumnya inferum, yaitu terlihat dibagian luarnya.
Tipe buah pada labu siap, yaitu tipe buah
bunni, yaitu tipe buah yang berdaging. Bentuk buah dari labu madu ini sangat unik, yaitu terlihat seperti kulit kacang tanak membesar pada bagian pinggirnya dan malah erlihat seperti kendi dengan warna yang sedikit coklat. Tipe placenta dari labu madu ini adalah parietalis, yaitu terdapat pada dinding bakal-bakal buah. 
Tanaman Kacang Merah
c.       Kacang Merah (Vigna angularis)
Klasifikasi :
Divisio          : Magnoliophyta
Kelas             : Magnoliopsida
Subkelas       : Rosidae
Ordo             : Fabales
Famili           : Fabaceae
Genus           : Vigna
Spesies         : Vigna angularis
Kacang merah atau Vigna angularis merupakan salah satu spesies yang termasuk family fabaceae atau polong-polongan, yaitu satu family dengan tumbuhan kecipir (Phospocarpus tetragonolobus). kacang merah ini sudah tak asing pula, khususnya bagi – bagi masyarakat di pasaran, Karena kacang merah ini biasa di olah menjadi sayur. Sama halnya dengan tanaman kecipir habitus dari kacang merah ini adalah liana atau merambat. Tumbuh dengan merambat pada tumbuhan lain atau media lain. Pada penanaman kacang merah ini biasanya dibantu dengan kayu yang di potong kecil dan panjang atau biasa disebut dengan ‘Ajir’, Ajir ini berfungsi sebagai media untuk tanaman kacang merah untuk tumbuh dan merambat melalui ajir tersebut, namun bukan hanya kacang merah, namun setiap penanaman tanaman yang habitusnya liana biasa dibantu dengan ajir ini.
Morfologi dari tanaman kacang merah ini mirip dengan morfologi dari tanaman kecipir, hanya perbedaan nya hanya bagian detail nya saja. Karna habitus lianan, batangnya fleksibel karena merambat, penampang batang bulat. Bentuk daun berbeda dengan kecipir, jika kecipir lebih menyerupai belah ketupat, namun kacang merah lebih seperti bulat telut atau bangun ovatus. Filotaksisnya berhadapan. Pertulangan daun menyirip sampai ketepi, dengan tepi daun yang rata atau integer. Daun kacang merah merupakan daun majemuk beranak daun tiga, karena dalam satu tangaki ibu daun terdapat 3 helai anak daun. 
Bunga Kacang Merah
Tipe bunga kacang merah adalah tipe Papilion (Kupu-kupu), sebagai ciri family fabaceae, warna dari bunga kacang merah biasanya ungu muda dengan campuran warna putih. Bagian – bagian bunga terdiri atas I buah bendera (vexilum), 2 buah Sayap (Ala) dan 2 buah lunas (Arina). Kelopak dan mahkota sulit dibedakan, sehingga disebut perigonium. Putik tipe tunggal (Simplex), yaitu hanya tersusun atas sehelai daun buah saja, sedang benang sari bertipe diadelpus (9-1), yaitu 9 stamen bersatu dalam satu ruang dan 1 stamen berpisah. Tipe ovarium superum atau tidak Nampak. Jumlah carpelum dan ruang hanya satu dengan memiliki banyak ovulum.
Buah berbentuk panjang, satu buah terdiri dari beberapa biji. Tipe dari buah kacang ini adalah legume (Polong), buah ini terbentuk dari satu daun buah dan mempunyai satu ruangan atau lebih (karena adanya sekat-sekat semu). Jika sudah masak buah ini pecah. Ciri biji dari kacang merah ini yaitu memiliki Pusar biji (Hilus), yaitu bagian kulit luar biji yang merupakan bekas pelekatan dengan tali pusar, biasanya kelihatan kasar dan memiliki warna yang berbeda dengan bagian lainnya. Warna biji dari keacang merah yaitu merah terang, namun biasanya terdapat corak – corak kehitaman.
5.      Herba
Herba merupakan tumbuhan Terna yaitu tanaman yang memiliki batang berair atau berbatang lunak karena tidak membentuk kayu. Karakteristiknnya memiliki Batang lunak berair dan tidak  berkayu.
a.      Jukut Ibun (Drimaria chordata)
Klasifikasi :
Tumbuhan Jukut Ibun
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Subkelas          : Carryophilidae
Ordo                : Chariyopillales
Famili              : Chariyopillaceae
Genus              : Drimaria
Spesies            : Drimaria chordate
Jukut ibun (Drimaria chordate), merupakan tanaman yang biasanya menjadi gulma di kebun-kebun atau dipekarangan, disebut jukut ibun, karena arti kata ibun sendiri adalah embun, karena pada saat pagi hari pada daun terdapat air embun diatas daunnya. memiliki habitus herba, karena batangnya kecil dan berair. Tumbuhan ini memiliki ukuran batang yang sangat kecil dengan ukuran tinggi yang pendek, hidup secara bergerombol namun tersebar.
Morfologi dari jukut ibun ini, yaitu memiliki penampang batang yang bulat. Daun tunggal, termasuk bangun daun delta (Deltoideus), karena terlihat seperti bangun segitiga yang sama ketiga sisinya, namun tidak lancip diujung ujungnya, dengan ukuran lebar daunnya ± 1 cm. Pertulangan daunnya melengkung, yaitu mengikuti bentuk daun yang melengkung, tepi daun rata (integer). Filotaksisnya berhadapan (Folio opposite).
Bunga pada tanaman jukut ibun ini termasuk kedalam tipe majemuk, dengan mahkota dan kelopak yang tidak dapat dibedakan atau perigonium. Putik tunggal dengan tipe benang sari yang diadelpus (9-1). Tipe ovarium suferum, karena tidak Nampak. Warna dari bunga jukut ibun ini hampir sama dengan warna daun dan sedikit kuning.
Tipe buah dari jukut ibun adalah semu tunggal, namun tidak begitu terlihat bagian buahnya, karena ukuran tumbuhan nya yang kecil. Termasuk tipe monoecus, yaitu kelamin jantan dan betina berbeda pohon.
b.      Bayam (Amaranthus sp)
Tanaman Bayam
      Klasifikasi :
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Subkelas          : Caryophilidae
Ordo                : Carryophylales
Famili              : Amaranthaceae
Genus              : Amaranthus
Spesies            : Amaranthus sp
     Bayam atau Amaranthus sp, merupakan salah satu dari family amaranthaceae atau bayam-bayaman, termasuk kedalam herba, karena kandungan air dalam batang atau bagian lainnya cukup banyak. Bayam banyak ditemukan di pekarangan ataupun dikebun-kebun, selain itu sering dimanfaatkan atau dikonsumsi sebagai sayur mayur. Tanaman bayam, khususnya daunnya terkenal dengan kandungan zat besinya yang cukup banyak, yang dapat bermanfaat jika dikonsumsi.
      Morfologi dari tanaman bayam ini termasuk habitus herba dengan daun tanpa stipula, daun tunggal dengan bentuk daun bulat telur atau bangun daun Ovatus, pertulangan daun menyirip sampai ke tepi (Penninervis) dengan tepi daun yang rata (Integer). Permukaan daun licin dan tekstur daun lembek. Filotaksis daun bayam yaitu berhadapan (Folio opposite).
      Bunga bayam termasuk bunga dalam karangan dengan tipe spica dan cymosa (berbatas), pertumbuhan dimulai dari bagian atas kebagian bawah. Bunga tersusun spica (Bulir) pada ketiak terdapat brachtea dan memiliki 2 brachteola. Kelopak dan mahkota bunga berupa perigonium tepatnya berupa salapu/sisik. Benang sari tipe diadelpus, Filamentum bersatu membentuk tabung, tipe ovarium suferum.
      Tipe buah bayam adalah buah bacca, dengan biji dengan endosperm, termasuk monoecus atau berumah satu, artinya terdapa satu kelamin dalam satu pohon.
c.       Jaruman (Eragrostis sp)
Tanaman Jaruman (Rumput Liar)
       Klasifikasi
 Kingdom         : Plantae
 Divisio             : Magnoliophyta
 Kelas               : Liliopsida
 Subkelas          : Commelinidae
 Ordo                : Cyiperales
 Famili              : Graminaceae
 Genus              : Eragrostis
 Spesies            : Eragrostis sp
Jaruman atau eragrotis, merupakan tumbuhan gulma yang biasanya tumbuh secara menyeber dikebun kebun atau taman – taman, atau biasanya banyak tumbuh dijalan-jalan. Tumbuhan gulma ini biasanya meresahkan orang-orang yang menanam tanaman tertentu namun gulma ini sering tumbuh dan menghalangi tanaman pokoknya.
Morfologi dari tanaman Eragrostis sp ini yaitu termasuk kedalam habitus herba, karena termasuk tumbuhan basah dan ukurannya yang kecil. Memiliki penampang batang bulat dengan filotaksis daun berseling. Daun termasuk daun tunggal, Memiliki bangun daun garis, sebagai ciri khas dari tanaman rumput-rumputan, pertulanga daun sejajar, memiliki tepi yang integer atau rata.
Bunga dalam karangan disebut dengan spikelet dengan satu brachtea, termasuk bunga majemuk, karena satu tangkai bunga terdiri dari beberapa bunga, satu bunga tersebut disebut dengan floret. Pada satu bunga (Floret) terdiri dari beberapa bagian, antara lain lemma, Palea dan biji. Tipe bunga ini sama dengan tipe bunga pada tanaman padi (Oriza sativa) yang satu ordo dengan Eragrostis sp ini.
Tanaman Babadotan
d.      Babadotan (Ageratum conyzoides)
       Klasifikasi :
 Kingdom         : Plantae
 Divisio             : Magnoliophyta
 Kelas               : Liliopsida
 Subkelas          : Asteridae
 Ordo                : Asterales
 Famili              : Asteraceae
Genus              : Ageratum
 Spesies            : Ageratum conyzoides
Babadotan atau Ageratum conyzoides, merupakan rumput liar yang biasanya tumbuh dimana-mana, dikebun-kebun, pekarangan bahkan lebih banyak dipinggir jalan. Rumput babadotan ini biasanya tumbuh liar dan menjadi gulma bagi tumbuhan lain, sehingga seringkali di babad namun tumbuh kembali dalam waktu yang singkat.
Morfologi dari rumput babadotan ini yaitu habitus herba, karena tangkainya lunak dan mengandung air, tinggi dari tumbuhan ini hanya mencapai ± 20 cm. Morfologi dari daun babadotan yaitu bulat telur (Ovatus) dengan tipe daun tunggal, pertulangan daun menyirip sampai ketepi (penninervis) dengan tepi bergerigi (Serratus). Pada bagian batang dan bagian daun terdapat rambut-rambut halus seperti duri. Selain itu ciri khas dari family asteraceae, yaitu memiliki kelenjar composite. Biasanya tanpa stipula dengan filotaksis yang berhadapan.
Tipe bunga dari babadotan mirip dengan Bungan matahari, karena satu family, yaitu bunga tipe capitulum (Bongkol), atau Bungan dengan tipe cawan. Terdapat 2 tipe bunga pada bunga babadotan, yaitu bunga pita dan bungb tabung. Bunga pita yaitu unga yang berupa pita pada bagian pinggir-pinggir bunga digunakan sebagai perhiasan bunga, sedangkan bunga tabung berada tertanam pada bagian dalam dan biasanya berwarna hitam, fungsinya sebagai alat untuk pembuahan. Putik tenggelam dengan tipe benang sari banyak. Tipe ovarium suferum atau tidak Nampak.
 Demikian hasil pengamatan keanekaragaman spesies tanaman Phanerogamae yang ada di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Cikajang Garut. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat serta menumbuhkan kecintaan terhadap tanaman kentang, Jeruk Garut dan Domba Garut sebagai tanaman dan Hewan Khas Garut, Serta seluruh spesies Phanerogamae yang ada didunia khususnya seluruh makhluk hidup Ciptaan Tuhan Pada umumnya dengan menjaga, merawat dan melestarikan agar tidak terjadi kepunahan.


SALAM LESTARI.........
SALAM KONSERVASI......


Garut, 22 Juli 2017



                                                               
                                                    
DAFTAR PUSTAKA
Sumber buku
Tjitrosoepomo.gembong.2007"MORFOLOGI TUMBUHAN".yogyakarta. Gadjah Mada University press
Sumber Internet
https://id.m.wikipedia.org>wiki>botani. 21 juli 2017 pukul 10.00 WIB
https://rcempakawangi.blogspot.com. 21 juli 2017 pukul 12.00 WIB
https://id.m.wikipedia.org>wiki>habitus 21 juli 2017 pukul 12.15 WIB
www.petanihebat.com>2013/10klasifikasi-dan-morfologi-tanaman 21 juli 2017 pukul 12.45 WIB
www.klasifikasitanaman.com>2013/11 21 juli 2017 pukul 13.30
https://jurnalilmuhayat.wordpress.com>study-pengelompokan-tumbuhan-berdasarkan-aspek-morfologi 21 juli pukul 15.00
novi-biologi.blogspot.com>2011/06 Novi Biologi 21 juli 2017 pukul 15.35 WIB
fredikurniawan.com>klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-yodium Fredi Kurniawan 21 juli 2017 pukul 16.00 WIB
https://agroteknologi.web.id 22 juli 2017 09.00 pukul WIB
menarailmuku.blogspot.com 22 juli 2017 pukul 09.15
seribusatubudaya.com 22 juli 2017 pukul 09.45 WIB
https://z47d.wordpress.com 22 juli 2017 pukul 10.00 WIB
bibitbunga.com>tanamanjeruk 22 juli 2017 pukul 10.20 WIB
www.naturaindonesia.com 22 juli 2017 pukul 10.30 WIB
www.pertanianku.com 22 juli 2017pukul 10.15 WIB




Lampiran








Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN KULIAH LAPANGAN BOTANI PHANEROGAMAE